Hari_2
Berbicaralah yang Bermanfaat atau Diam!
Lidah itu laksana mawar, mempesona tapi berduri. Ia bisa digunakan untuk melantunkan ayat suci, bahkan menasihatkan kalam ilahi. Sayang, lidah bisa pula menghantar mati. Oleh karenanya, selain hati, bagian tubuh yang kerap kali diperintahkan untuk dijaga adalah lidah
Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan seseorang melainkan ada malaikat pengawas yang selalu hadir di dekatnya (50 : 18) siapa saja yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaknya dia berkata atau diam (HR. Al-Bukhari)
orang2 yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kalian juga. Janganlah kalian kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kalian, bahkan ia baik bagi kalian setiap orang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Siapa diantara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar (24 : 11)
Ayat ini member rumus kalau gossip yang berhembus itu biasanya dihembuskan bukan dari orang jauh, tetapi justru orang yang ada di sekitar kita. Asal bersih jangan risih dengan gossip. Kita tidak akan jatuh dengan gossip. Mungkin terkena imbasnya, tetapi perjalanan waktu akan membuktikan bahwa kita orang bersih. Mungkin yang patut kita renungkan pada saat hendak menggosip adalah belum tentu yang bergosip lebih baik daripada orang yang kita gosipkan.
Hai orang2 yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok2 kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok2) lebih baik dari mereka (yang mengolok2) (49 : 11)
Tips dan Trik
Untuk bisa menjaga lidah:
• Bila perlu bicara, baru bicara. Bila tidak, diam akan lebih bermakna
• Jangan membicarakan hal yang tidak kita ketahui secara pasti
• Teliti keburukan diri, sebelum membicarakan keburukan orang
• Lidah itu cermin hati. Hati yang bersih memendar ucapan bersih. Sebaliknya, hati yang kotor membias caci-maki
• Ingat, lidah itu karunia ilahi. Jangan gunakan selain untuk diridhoi.
Hari_3
Sederhana Asal Berkah
Nabi telah memberi contoh dan teladan mulia dalam sikap sederhana. Catatan sejarah menunjukkan, beliau tidak memiliki perabot rumah tangga biasa, apalagi yang mewah. Makanan favorit beliau hanya roti kering, segelas air putih dan satu-dua butir kurma. Itu pun sudah dianggap sebagai kemewahan. Padahal berdasarkan pengakuan beliau dalam suatu hadist, jika beliau mau maka gunung uhud akan dijadikan gunung emas oleh Allah, yang dipersembahkan sepenuhnya untuk beliau.
Bermegah2an telah melalaikan kalian sampai kalian masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu! Kelak kalian akan mengetahui akibat perbuatan kalian itu. Janganlah begitu! Kelak kalian akan menhetahuinya (102 : 1-4)
Kita tidak hanya hidup untuk hari ini. Semua yang kita miliki jangan dihabiskan sesuka hati. Kita masih mempunyai anak-cucu yang juga ingin mewarisi apa yang sudah kita raih. Sederhana itu suatu pilihan: pilihan untuk menjalani hidup yang terfokus pada apa yang benar2 berarti dan membebaskan diri dari segala belenggu yang tidak perlu. Ini membedakannya dari miskin.
Tips dan Trik
Untuk bisa menikamati kesederhanaan:
• Catat semua yang kita miliki dan pilih yang bermanfaat
• Lihat orang di sekeliling Anda yang hidup tidak seberuntung Anda
• Syukuri rezeki yang Anda peroleh dan nikmati untuk kehidupan yang berguna
• Hidup anda hanya bermanfaat bila Anda tahu bahwa hidup ini diciptakan bukan hanya untuk Anda
• Percayalah rezki Anda sudah diatur. Jangan mengambil rezeki yang bukan hak Anda.
No comments:
Post a Comment