Para salaf yang salih adalah orang orang yang mengambil pelajaran dari pengalaman yang diperoleh melalui mimpi. Mereka tidak menganggap bahwa apa yang meerekea alai dalam mimpi itu sebagai sekedar bunga-bunga tidur tanpa makna. Sebagai mana yang dialami oleh sebgaian sufi pada zaman ini, bagi mereka mimpi tentang sesama mereka kberarti mempunyai makna, bagi mereka. Mimpi adalah ilham orang mukmin yang dibawa oleh malaikat penyampai ilham dalam tidur untuk memberitahukan sesuatu yang tidak diketahui di alam jaga
Malik Bin Dinar berkata bahwa ia bermimpi bertmu dengan Muslim Bin Yaser yagn telah meninggal dunia. Lalu ia bertanya ,” Apa yang Allah perbuat terhadapmu?”Dia menjawab”Demi Allah aku telah melihat guncangan dan kejutan – kejutan yang dahsyat”
Ibrahim Al-taimi berkata bahwa ia bermimpi bertemu dengan musa bin muhram yang telah meninggal dunia.ia berkata kepadanya “Aku dihidab sejak meninggal tentang makananku, dari makanan para pejabat, “
salah seorang dari mereka berkata bahwa ia melihat hasan bin Dzakwan dalam mimpinya, setahun setelah ia meninggal dinia. Ia berkata.”Aku terkurung karena sebuah jarum yang aku pinjam dan tidak aku kembalikan.” Ia di tanya lagi,” Kuburan manakah yang paling terang ?” Ia menjawab “kuburan orang orang yang banyak mendapat cobaan di dunia”
Abdullah bin mubarak berkata “ biasa saja orang bermimpi buruk tentang orang soleh, agar bertambah semangat dengan mimpi itu.sebaliknya, bisa saja orang bermimpi baik tentang orang jahat, agar ia bertambah lupa diri.” sebagaimana terjadi pada Rabi' bin Khaitsam ketika ada orang yang berkata padanya “ sesungguhnya aku bermimpi anda sebagai ahli neraka “ setelah itu Rabi' tidak tidur malam sama sekali untuk beribadah karena takut neraka.
Ala'bin Ziyad didatangi oleh seorang laki-laki yang berkata, “Sesungguhnya tadi malam aku bermimpi Anda melintas di surga.” lalu Ala' berkata kepadanya, “Apakah Iblis tidak menemukan yang diejek selain aku dan tidak ada ada orang lain yang lebih hina di matanya daripada Anda sehingga Anda utusannya?”
Farqad al-Sanji berkata, “Suatu saat terlintas dalam jiwaku bahwa aku telah menjadi penyabar. Lalu malam itu aku bermimpi bertemu dengan seseorang yang mengatakan kepadaku, “Janganlah menjadi orang sabar hingga amal-amal pertemuanmu di matamu sedikit dan kamu khawatir ditolak dan rusak.
Husyaib berkata kepada Malik bin Dinar, “Aku bermimpi seakan ada suara datang dari langit yang mengatakan, “Hai penduduk bumi, pergilah!” lalu aku melihat tidak ada orang yang lebih lekas pergi kecuali Muhammad bin Wasi'.” mendengar demikian Malik bin Dinat jatuh pingsan.
Farqad al-Sanji berkata'” Aku mendengar suara memanggil dari langit, “Hai orang-orang yang menyerupai orang-orang yahudi. Jika aku memberi karunia, kalian tidak bersyukur. Jika aku memberi cobaan, kalian tidak bersabar. Maka berhati-hatilah terhadap peringatan Tuhan.”
Sebagai sahabat Umar bin Abdul aziz pernah bermimpi bahwa kiamat telah tiba dan ada suara yang memanggil,” Mana Fula, Mana Fulan?” lalu orang-orang dihisab dan dimasukkan ke Neraka. Lalu ada panggilan lagi,” Mana Umar bin abdul Aziz ?”umar datang menghadap, lalu dihisab, Ia selamat dan masuk surga,ketika orang yang bermimpi itu baru menceritakan sampai kiamat 'mana Umar?”, umar jatuh Pinsan, orang itupun berbisik ditelinga Umar seraya berkata,” Demi Allah aku telah melihat mu selamat!”tetapi umar tidak sadar pada apa yang ia katakan.
Kenalilah dirimu, saudaraku, anda lebih mengenali diri anda sendiri dari pada orang lain.Karena itu, jangan mengandalkan kata-kata orang tentang anda, seperti umpamanya ia bermimpi melihat Anda disurga, kecuali dengan melihat amal perbuatan , tutur kata dan aqidah Anda, apakah telah sesuai denga al-Quran dan Sunnah, atau tidak....
No comments:
Post a Comment